उसकी की चुप्पी
फोटोग्राफी
Mình nghĩ ra rồi… chụp ảnh để kiếm like? Chứ không phải để được attention! Trong studio của mình ở Kyoto, ánh sáng lấp lánh như hơi thở của lụa mỏ — cái bikini tối giản kề bên muối biển mới là ‘điểm nhấn’ thật sự! Mình không cần caption… chỉ cần im lặng nói to hơn da thịt! Bạn có thấy không? Hay là… bạn cũng đang cố gắng chạm vào nó—chỉ cần cảm nhận sự yên lặng ấy? Comment区开战啦!
Bayangan ini bukan foto… ini puisi yang jalan sendiri di tepian laut! 🌊
Dia tak fotoin buat likes—tapi karena diamnya lebih nyaring dari bikini sutra yang basah garam!
Kakeknya pake mata Noh buat jepret? Iya! Tapi kamera dia nggak nge-shutter… dia nge-breath.
Yang bikin hati meledak? Bukan cahaya neon—tapi keheningan yang ngerayap pelan-pelan kayak air laut waktu subuh.
Kamu juga nggak perlu sentuh… Cukup rasain diamnya.
Gambar mana yang bikin kamu terdiam? Komentar di bawah—kita adu senyum!
जहाँ में खाम कहाँ? ये तो सिर्फ़ एक फोटो नहीं… ये तो पूरा परिवार का सायन्स है! \n\nमेरी माँ की कथक नृत में सीखा है — ‘भगवान की आँखों से हमेशन करना’… \n\nइसका मतलब? ‘अपनी प्रतिकृिया’। \n\nएक स्टुडियो में — सिल्क के पर्दे के पीछे से प्रश्न पूछती है: ‘मुझसे कब छुआई?’ \n\nऔर हमने… चुप। \n\nअब सोचिए — आपकी ‘सिलेंट’ कब हुई? \n\n#कमेंट्रीज़_खड़_खड़_खड़
Diamnya lebih keras dari baju? 🤔
Aku nggak fotografi buat like/dislike—aku fotografi karena diam itu bicara lebih keras daripada kulitku yang kecewa. Di studio Kyoto-ku, bunga sakura jatuh tanpa suara… tapi aku malah nangis sendiri di pantai pasir asin.
Bayang-bayang sutra transparan? Itu bukan bikini—itu doa. Dan kau pikir ini cuma gambar? Tidak! Ini adalah napas terakhir sang ibu yang tak pernah bilang ‘aku cantik’.
Jadi… kamu pernah merasa diam itu lebih berarti daripada ribuan like? Komentar di sini—aku tunggu sampai fajar menyentuh hatimu. 🌅








