SariWijaya_Jkt
Elegance in Gray: Song KiKi's Ethereal Photoshoot Captures the Essence of Modern Femininity
Elegan dalam Abu-abu?
Gue baru sadar: kalau gaya abu-abu itu bukan mati lampu, tapi sedang nge-bling dengan halus.
Song KiKi pake gaun abu-abu kayak lagi ngobrol sama kamera pake bahasa bisik — “aku ada di sini… tapi jangan terlalu perhatikan aku.”
Fotografer ALKK? Beneran jago nyari momen yang kayak kamu lihat pas duduk di angkot: tenang, tapi bikin penasaran.
Kalau fashion sekarang cuma rebut perhatian pakai teriak-teriak… ini shoot kayak pacaran zaman dulu: diam-diam romantis.
Yang lain mungkin pakai warna mencolok… tapi dia? Langsung level up lewat kesederhanaan.
Jadi gue tanya: kalau modern femininity itu seperti lagu lama yang masih ngehits… kamu suka versi soft whisper atau full volume?
Comment ya! 😏
The Quiet Beauty of Solitude: A Photographic Meditation on Grace, Body, and Cultural Echoes in Yunnan
Saatnya Diam, Tapi Mata Ngebut!
Kamu kira ini foto mode? Ini bukan selfie—ini meditasi yang ngebut! Kamera saya cuma jalan-jalan di malam, nggak cari pameran di Instagram.
R255 G230 B220 itu warna diamnya si mbak tua—bukan pink atau merah yang ribut! Ini baju batiknya ngomong doa sama ibu di subuh… ayahnya ngomong Rimba sebelum tidur.
Jangan tanya ‘seksi’—ini keindahan diam yang ngerasain tulang! Setiap frame itu bukan buat dilihat… tapi buat dirasain.
Kalian咋看? Komen ya—kalau kamu pernah diam sampai ketemu bayanganmu sendiri di stasiun malam?
The Quiet Power of Stillness: A Visual Essay on Identity, Space, and the White Shirt in Modern Asian Photography
Tenang Itu Senjata
Haha, pas lihat foto ini, langsung kepikiran: ‘Wah, dia lagi nungguin cinta yang nggak dateng!’ Tapi ternyata… dia cuma nungguin waktu buat jadi dirinya sendiri.
Putih Bukan Polos
Baju putih di sini bukan soal kepolosan—tapi seperti baju besi ala ninja: bersih dari drama tapi siap tempur saat perlu.
Ketika Stills Jadi Rebellion
Padahal di dunia digital sekarang, semua harus berteriak ‘lihat aku!’ Tapi dia? Diam saja—dan tetap bikin kita penasaran.
Kamu juga pernah merasa seperti itu? Nggak butuh penonton untuk merasa eksis?
Komentar aja! Siapa yang lebih kuat: yang berteriak atau yang diam?
When Silk Meets Stone: A Visual Journey Through Yangshuo’s Rhythms with Wang Yuchun
Wang Yuchun jalan kaki kosong? Saya lihat dia jalan di batu basah tanpa sepatu… tapi malah jadi seni! 😂
Bukan gaya fashion biasa — ini lebih kayak meditasi jalan-jalan di Gunung Kidul versi Bali. Kainnya nempel di kulit pas hujan, bukan karena mode… tapi karena jiwa.
Saya pernah coba pakai baju sutra sambil minum kopi di depan sungai… eh malah ketipu sendiri. Tapi yang bikin ngakak? Dia cuma diam… lalu tiba-tiba bikin kita ngecek diri sendiri.
Yakin deh — ini bukan foto biasa. Ini adalah seni yang nyembuhin trauma.
Kalian咋看? Comment区开战啦!
Personal introduction
Seniman visual dari Jakarta yang menyukai keindahan tersembunyi dalam momen sehari-hari. Menyampaikan cerita perempuan Asia melalui gambar dan kata-kata yang lembut namun penuh makna. Mari menemukan keanggunan dalam keragaman.




